Solo — Kondisi bangsa yang makin terpuruk pasca terjadinya reformasi membuat keprihatinan tersendiri. Bahkan, saat ini bangsa Indonesia dinilai telah kehilangan jati dirinya.
Berawal dari hal tersebut, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) mencoba mencari solusi pemecahan masalahnya. Bekerjasama dengan Yayasan Studi Bahasa Jawa (YSBJ) Kanthil, sebuah diskusi yang akan menghadirikan beberapa tokoh nasional bakal digelar di Hotel Sunan, Solo, Kamis-Jumat (5-6/12) pekan depan.
Ketua YSBJ Kanthil, Prof Dr Soetomo, WE, M.Pd saat ditemui wartawan mengatakan bangsa Indonesia saat ini sudah tidak memiliki pedoman dan jati diri, sehingga mudah diombang-ambingkan oleh kondisi saat ini.
“Ketika jati diri bangsa sudah hilang maka sudah tidak mengejutkan Indonesia bisa dengan mudahnya disadap oleh negara lain,” jelas Soetomo, Sabtu (30/11).
Maka dari itu diskusi yang akan mengusung tema “Masih ada Jalan Lain, Mari Tegakkan Kembali Harga Diri, Kepercayaan Diri dan Jati Diri Bangsa, Demi Tegak Teguhnya NKRI”, tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh yang berperan untuk menemukan kembali jatidiri bangsa yang hilang. Dia menyebutkan, mantan Menteri Dalam Negeri sekaligus Mantan Gubernur Jateng, Mardiyanto akan bertindak sebagai pembicara kunci bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekretaris Menko Kesra. Tak hanya itu, sejumlah tokoh lainnya seperti Prof Dr Sri Hastanto (ISSI Surakarta), Prof Dr Djoko Suryo (UGM), Prof Dr Daniel D Kameo (UKSW), Rama Dr Sunarko, SJ (uskup), KH Dr Daroji (MUI) dan Mayjen TNI Sunindyo (Pangdam IV Diponegoro).
“Para narasumber ini akan berbicara soal harga diri bangsa dari berbagai aspek mulai dari ketahanan budaya, ketahanan bangsa, ekonomi dan agama,” urainya.
Rencananya, tambah Soetomo, hasil dari diskusi yang diikuti 150 peserta itu akan dibuat dalam sebuah rekomendasi untuk diserahkan ke pemerintah pusat.
“Kami ingin hasil diskusi ini tidak sekedar rekomendasi yang dideklarasikan tapi juga bisa diimplementasikan agar jati diri bangsa kembali muncul,” pungkas Soetomo.
0 comments:
Post a Comment