Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Australia, menyimpulkan bahwa menonton pertandingan olahraga atau menonton orang lain berolahraga bisa menimbulkan reaksi fisiologis yang sama dengan orang yang berolahraga.
Saat orang menonton video seseorang sedang berlari selama 22 menit, para peneliti memperhatikan bahwa terjadi peningkatan dalam detak jantung, respirasi, aliran darah di kulit dan pengeluaran keringat. Mereka juga melihat adanya peningkatan aktivitas dalam sistem syaraf simpatik pada setiap peserta penelitian, demikian tulis Men’s Health. Sistem ini akhirnya mengirim darah ke tubuh dan mempersiapkannya untuk mode “berkelahi atau lari.”
Para atlet biasanya menggunakan visualisasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Membayangkan sebuah situasi di mana mereka menendang bola untuk mencetak gol atau berlari sprint sepanjang 100 meter dalam sebuah perlombaan adalah cara yang mereka pakai. Dan ternyata hal ini sama seperti yang dialami oleh peserta penelitian yang menonton program olahraga, seakan-akan mereka melakukan kegiatan fisik serupa dengan yang ditonton. Pemimpin dalam penelitian ini, Vaughan Macefield, Ph.D. menyatakan bahwa mungkin bagi kita untuk melatih sistem kardiovaskular dengan melakukan olahraga secara mental.
Tapi bukan berarti menonton olahraga bisa menggantikan kegiatan olahraga yang sebenarnya. Karena menurut Macefield, respon-respon fisik yang dialami seseorang yang menonton olahraga tetap lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang benar-benar berolahraga.
0 comments:
Post a Comment