Topics :

Latest Post

Apa Manfaat Menonton Olahraga Untuk Kesehatan?

Written By suryanto on Saturday, November 30, 2013 | 9:00 PM

Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Australia, menyimpulkan bahwa menonton pertandingan olahraga atau menonton orang lain berolahraga bisa menimbulkan reaksi fisiologis yang sama dengan orang yang berolahraga.
Saat orang menonton video seseorang sedang berlari selama 22 menit, para peneliti memperhatikan bahwa terjadi peningkatan dalam detak jantung, respirasi, aliran darah di kulit dan pengeluaran keringat. Mereka juga melihat adanya peningkatan aktivitas dalam sistem syaraf simpatik pada setiap peserta penelitian, demikian tulis Men’s Health. Sistem ini akhirnya mengirim darah ke tubuh dan mempersiapkannya untuk mode “berkelahi atau lari.”
Para atlet biasanya menggunakan visualisasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Membayangkan sebuah situasi di mana mereka menendang bola untuk mencetak gol atau berlari sprint sepanjang 100 meter dalam sebuah perlombaan adalah cara yang mereka pakai. Dan ternyata hal ini sama seperti yang dialami oleh peserta penelitian yang menonton program olahraga, seakan-akan mereka melakukan kegiatan fisik serupa dengan yang ditonton.  Pemimpin dalam penelitian ini, Vaughan Macefield, Ph.D. menyatakan bahwa mungkin bagi kita untuk melatih sistem kardiovaskular dengan melakukan olahraga secara mental.
Tapi bukan berarti menonton olahraga bisa menggantikan kegiatan olahraga yang sebenarnya. Karena menurut Macefield, respon-respon fisik yang dialami seseorang yang menonton olahraga tetap lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang benar-benar berolahraga.

Kolesterol Tinggi Picu Pertumbuhan Kanker Payudara

Kolesterol yang tinggi bisa memicu pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara, demikian hasil sebuah penelitian baru. Para peneliti telah menemukan sebuah obat statin untuk menurunkan kolesterol yang bisa mengurangi efek berbahaya tersebut.
Mengubah pola makan atau meminum obat, untuk menurunkan kolesterol bisa menolong wanita menurunkan resiko terkena kanker payudara, kata para peneliti dilansir olehHerald Scotland.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan sebuah hubungan antara kenaikan tingkat kolesterol dengan kanker payudara, tapi hubungan tersebut belum bisa dijelaskan.
Penelitian baru yang dilakukan di Amerika, pada tikus, menunjukkan adanya produk kolesterol disebut 27HC yang memicu kanker payudara dengan cara meniru efek-efek dari hormon oestrogen.
Tiga perempat kanker payudara sensifit terhadap oestrogen, yang memicu pertumbuhan tumor. Pemimpin penelitian Dr. Donald McDonnell, dari Carolina Utara berkata: “Ada banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara obesitas dan kanker payudara, dan khususnya tingginya level kolestorel dihubungkan dengan resiko kanker ini, tapi mekanismenya belum diketahui.”
“Apa yang kita temukan sekarang adalah sebuah molekul—bukan kolesterol, tapi produk sampingan dari kolesterol yang disebut 27HC yang meniru hormon oestrogen dan bisa secara mandiri menyebabkan pertumbuhan kanker payudara,” tambahnya.

Dua Pelatih Juga Ingin Besut Persis

Solo — Meski manajemen Persis Solo belum membuka perekrutan pelatih baru, sejumlah pelatih berpengalaman terus diisukan segera menangani Laskar Sambernyawa. Nama Kas Hartadi, Widyantoro, Eduard Tjong, Yudi Suryata, Edy Paryono sebelumnya telah dikait-kaitkan dengan Persis. Terbaru, dua orang pelatih juga menginginkan posisi entrenador Persis Solo.
Adalah Yance Medmey dan Djoko Susilo yang mengaku tertarik dapat menjadi pelatih utama tim kebanggaan Wong Solo ini. Hal tersebut disampaikan oleh manajer sementara Persis, Totok Supriyanto, yang mengatakan bahwa keduanya berkeinginan menjadi arsitek Persis di kompetisi musim depan.
“Terbaru ada nama Yance Medmey dan Djoko Susilo. Keduanya sama-sama berhasrat melatih Persis pada musim depan,” kata Totok, Sabtu (30/11).
Ditanya terkait peluang dari sekian calon pelatih yang menginginkan menjadi arsitek Persis, Totok mengaku seluruhnya masih berpeluang sama. Menurutnya, Persis Solo belum terlalu memikirkan lebih jauh persiapan untuk musim depan, termasuk perekrutan pelatih. Belum jelasnya pelaksanaan kompetisi musim 2014 menjadi alasan manajemen Persis.
“Nanti kalau kompetisi sudah jelas, baru akan kami kerucutkan dua atau tiga nama dari calon-calon yang masuk. Kemudian baru memasuki proses negosiasi mengenai misi dan kecocokan nilai kontrak,” pungkas Totok.

Tak Ada Wakil Solo di Semifinal

Solo — Piala Coca Cola jilid II memasuki babak empat besar, Minggu (1/12). Ironisnya, Kota Solo yang bertindak sebagai tuan rumah, tak menyisakan wakilnya di babak semifinal. Total delapan tim yang mewakili Solo tak mampu berbuat banyak.
Tiga tim wakil Solo di babak perempatfinal yang digelar di Lapangan Karangasem Solo dan Lapangan 413 Palur Karanganyar, Sabtu (30/11/2013) siang, harus dipaksa pulang. Seperti halnya juara Liga Pendidikan (Lipio) Solo 2013, SMA Batik 2 Solo tersingkir oleh SMAN 1 Kartasura dengan skor tipis 0-1.
Dua wakil Solo lainnya, SMA 1 Batik Solo dan SMKN 7 Solo juga harus pulang lebih awal. SMA Batik 1 dihajar SMAN 1 Mojolaban tiga gol tanpa balas. Sedangkan SMKN 7 Solo dipermak SMAN 1 Slogohimo Wonogiri 0-4.
“Diluar dugaan tentu Batik 2 yang sebenarnya bisa diandalkan. Inilah persaingan yang ketat antar tim,” ucap salah satu panitia Piala Coca Cola Udin.
Di laga semifinal, SMAN 1 Kartasura akan bertemu SMAN 1 Mojolaban. Sementara SMAN 1 Slogohimo akan menantang SMAN 5 Magelang yang menang tipis 1-0 atas SMAN 3 Sragen. Babak semifinal dan final bakal digelar di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (1/12).

Kemenkokesra akan Gelar Diskusi NKRI

Solo — Kondisi bangsa yang makin terpuruk pasca terjadinya reformasi membuat keprihatinan tersendiri. Bahkan, saat ini bangsa Indonesia dinilai telah kehilangan jati dirinya.
Berawal dari hal tersebut, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) mencoba mencari solusi pemecahan masalahnya. Bekerjasama dengan Yayasan Studi Bahasa Jawa (YSBJ) Kanthil, sebuah diskusi yang akan menghadirikan beberapa tokoh nasional bakal digelar di Hotel Sunan, Solo, Kamis-Jumat (5-6/12) pekan depan.
Ketua YSBJ Kanthil, Prof Dr Soetomo, WE, M.Pd saat ditemui wartawan mengatakan bangsa Indonesia saat ini sudah tidak memiliki pedoman dan jati diri, sehingga mudah diombang-ambingkan oleh kondisi saat ini.
“Ketika jati diri bangsa sudah hilang maka sudah tidak mengejutkan Indonesia bisa dengan mudahnya disadap oleh negara lain,” jelas Soetomo, Sabtu (30/11).
Maka dari itu diskusi yang akan mengusung tema “Masih ada Jalan Lain, Mari Tegakkan Kembali Harga Diri, Kepercayaan Diri dan Jati Diri Bangsa, Demi Tegak Teguhnya NKRI”, tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh yang berperan untuk menemukan kembali jatidiri bangsa yang hilang. Dia menyebutkan, mantan Menteri Dalam Negeri sekaligus Mantan Gubernur Jateng, Mardiyanto akan bertindak sebagai pembicara kunci bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekretaris Menko Kesra. Tak hanya itu, sejumlah tokoh lainnya seperti Prof Dr Sri Hastanto (ISSI Surakarta), Prof Dr Djoko Suryo (UGM), Prof Dr Daniel D Kameo (UKSW), Rama Dr Sunarko, SJ (uskup), KH Dr Daroji (MUI) dan Mayjen TNI Sunindyo (Pangdam IV Diponegoro).
“Para narasumber ini akan berbicara soal harga diri bangsa dari berbagai aspek mulai dari ketahanan budaya, ketahanan bangsa, ekonomi dan agama,” urainya.
Rencananya, tambah Soetomo, hasil dari diskusi yang diikuti 150 peserta itu akan dibuat dalam sebuah rekomendasi untuk diserahkan ke pemerintah pusat.
“Kami ingin hasil diskusi ini tidak sekedar rekomendasi yang dideklarasikan tapi juga bisa diimplementasikan agar jati diri bangsa kembali muncul,” pungkas Soetomo.

Tunggakan Jamkesmas Capai Rp 1,8 Triliun, Kemenkes Baru Bayar Rp 500 miliar

Sukoharjo — Pemerintah memiliki tunggakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) senilai Rp 1,8 triliun. Meski demikian pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru mampu membayar sejumlah Rp 500 miliar pada Desember 2013 nanti.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD menyampaikan, angka nominal tersebut sesuai dengan yang diajukan oleh pihaknya kepada pihak DPR RI belum lama ini. Berkaitan dengan itu, Kemenkes mendesak untuk segera menyetujui pengajuan dana Rp 500 miliar sehingga bisa segera dibayarkan Desember 2013.
“Tunggakan Jamkesmas mencapai Rp 1,8 triliun, kemarin kami mengajukan dana sejumlah Rp 500 miliar ke DPR RI. Tapi mereka masih akan merapatkannya terlebih dahulu, padahal ini sudah akan memasuki bulan Desember dan kami harap itu segera disetujui sebelum pertengahan bulan Desember 2013 dan segera dibayarkan,” ujar Ghufron kepada audiens di sela – sela diskusi dalam acara Peresmian IT Mandiri Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso, Sukoharjo, Sabtu (30/11).
Gufron menghimbau, bagi rumah sakit yang merasa mendesak dan khawatir dengan kemungkinan terjadinya gangguan cash flow, maka dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) bisa ikut membantu pembayaran pihak rumah sakit terlebih dahulu. Begitu pula dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang meski baru diterapkan pada 1 Januari 2014, namun bisa membantu hal itu dengan dana yang telah tersedia.
“Jika khawatir cash flow, Pemerintah Daerah (Pemda) mungkin bisa ikut tombokin (membayarkan –Red) dulu. Atau BPJS yang uangnya juga sudah ada itu mungkin bisa digunakan. Prinsipnya akan kami bayar tunggakan (Jamkesmas) meski belum semua,” kata dia.
Sementara di kawasan Kota Solo, tunggakan Jamkesmas masing – masing di dua rumah sakit, yakni RSO Prof Dr R Soeharso Solo dan RSUD dr Moewardi Solo mencapai Rp 52 miliar.

Kopi Untuk Melawan Diabetes?


Berita baik untuk para pecinta kopi. Menurut sebuah penelitian baru yang diadakan oleh Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC), minum tiga hingga empat gelas kopi per hari bisa menurunkan resiko Anda terkena diabetes tipe 2 hingga 25 persen. Bila orang minum kurang dari dua gelas maka manfaat ini kurang maksimal.
Seperti dilansir dari Men’s Health, manfaat kesehatan kopi dalam melawan berbagai penyakit ini berasal dari kandungan antioksidan di dalamnya. Antioksidan tersebut, kata Rob M.van Dam, Ph.D, dari Harvard School of Public Health, Amerika Serikat (AS) bermanfaat untuk menghambat perkembangan diabetes. Kopi juga berkhasiat untuk menurunkan resiko penyakit jantung, meningkatkan kesehatan hati dan bahkan menurunkan kecenderungan orang untuk bunuh diri.
Baik kopi berkafein maupun tidak dikatakan memiliki khasiat kesehatan yang sama. Untuk menikmati khasiat si hitam ini secara maksimal, minumlah kopi antara pukul 9:30 hingga 11:30. Pada waktu itulah tingkat kortisol pemberi energi Anda rendah, kata para peneliti dari Uniformed Services University of the Health di Maryland, AS. Tapi tentunya jangan minum kopi berlebih. Minum lebih dari 28 gelas kopi per minggu atau 4 gelas per hari justru meningkatkan resiko kematian, menurut hasil penelitian terkini dari Mayo Clinic Proceedings.

Trending Template

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian Solo Raya Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger